BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Pangkalan Bun menyiapkan kadernya untuk menjadi jurnalis muslim yang kreatif, berkarakter, dan bermutu, dengan menggelar Dauroh Jurnalistik di Aula Nurul Fikri Zakat Center Pangkalan Bun, Minggu (15/7/2018)

“Kebetulan kami ada program kerja membuat buletin sebanyak empat halaman. Untuk itu kami mengadakan pelatihan,” kata Ketua KAMMI Komisariat Pangkalan Bun Ari Putra Pamungkas saat dihubungi via telepon, Selasa (17/7/2018).

Ari meyakini, buletin yang terbitan KAMMI akan membawa banyak manfaat. Antara lain bisa memperkenalkan kader berprestasi di kampus dan menghasilkan karya yang lebih besar seperti buku.

Ia menuturkan, materi pelatihan pada Dauroh Jurnalistik yakni seputar cara menulis berita langsung dan berita kisah. Ia berharap, dengan dua materi dasar itu, kader KAMMI mampu mengembangkan bakat menulis mereka, terutama merekam setiap peristiwa yang ada di sekitar lingkungan.

“Harapanya, mahasiswa bisa menjadi penyambung lidah rakyat melalui tulisan-tulisan mereka. Sehingga mahasiswa itu tidak hanya sekadar kuliah, kos-kosan, kampus, tapi juga bisa menjadi agen perubahan,” pungkas dia.

Pemateri dalam pelatihan itu, Alex Gunawan, berharap semakin banyak bermuncul jurnalis baru yang andal, aktif menyampaikan kebenaran, bekerja dengan nurani, dan berpihak kepada rakyat.

“Saat ini, jurnalis bukan sekadar mereka yang menjadi wartawan di media mainstream. Namun semua warga berhak menyuarakan aspirasi. Nah, inilah pentingnya memberikan masukan pengetahuan tentang jurnalistik, cara menulis yang baik, dan selalu mengedepankan fakta,” tegas dia. (ANDREANSYAH/B-3)

Berita Kammi

Tulisan Kader

Bersama KAMMI Jayakan Negeri

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia memberikan kesempatan kepada anak anak muda untuk bergabung bersama KAMMI