KAMMI Pandang Penting Untuk Persiapakan Anak Menuju Akil Balighnya

KAMMI Pandang Penting Untuk Persiapakan Anak Menuju Akil Balighnya

Laporan Heriyanto Anggota KAMMI Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kepala bidang perempuan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kalbar Dewi menilai penting untuk mempersiapkan anak-anak menuju Akil Balighnya, Selasa (24/07/2018).

Menurutnya, Ketika melintasi jalan setapak di tanah lapang biasanya kita melihat tumbuhan ilalang, mengamatinya tak berdaya hanya mengikuti kemana arah anginya bergerak.

Jika anginya berherak ke arah barat maka ilalang itu akan mengikutinya ke arah barat, jika ke arah timur maka ilalang itu akan mengikutinya ke arah timur, walaupun begitu ilalang tak mudah tercerabut oleh hembusan angin, karena ilalang memiliki akar yang kuat.

“Seorang anak juga akan seperti itu, ia akan mudah terpengaruhi oleh siapa yang ia lihat dengan intensitas yang rutin dalam hal ini adalah keluarga,” ujarnya.

Oleh karenanya apabila orang yang ada dikeluarganya rutin menampilkan kegiatan bersantai, menikmati waktu luang, menonton tv, bermain handphone seharian, maka anak juga akan melakukan hal yang sama.

Begitu pula sebaliknya apabila orang-orang disekitarnya sering melakukan kegiatan seperti membaca buku, membaca al-Qur’an, shalat berjama’ah di masjid, maka anak juga akan melakukan hal yang sama.

“Itu karena anak adalah perekam jejak bagi orang-orang disekitarnya. Anak akan tetap tumbuh besar karena kebutuhan fisiknya dipenuhi oleh orang tuanya dan tentu dengan izin Allah tapi tidak hanya kebutuhan fisik, namun kebutuhan jiwa juga harus bisa dipenuhi oleh orang tuanya,” sambung Dewi.

Oleh karena itu Rasulullah SAW mengabarkan kepada kita dan para orang tua untuk mengajarkan adab pada usia kanak-kanak, karena adab adalah bagian dari akhlak dan akhlak adalah buah dari keimanan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ibnu Abbas ra, yang artinya “Muliakanlah anak-anak kalian dan ajarkanlah kepada mereka adab yang baik”.

Dengan demikian, mewariskan adab kepada anak-anak lebih baik daripada mewariskan harta. Karena dengan adab anak akan menjadi pribadi yang mengerti bagaimana harus bersikap dan bertingkahlaku. Sesuai dengan syariat islam karena adab bukanlah penghalang datangnya harta melainkan jalan datangnya rezeki dari Allah, harta dunia dan akhirat.

Sebagaimana diketahui, setiap orang tua tentu saja ingin anaknya menjadi orang yang sukses apalagi jika defenisi sukses yang dimaksud adalah sukses dunia akhirat.

Maka ajarkanlah anak dengan adab yang baik sebelum sang anak mulai sampai pada masa akil balighnya, bekalilah ia dengan adab yang baik dan iman yang kokoh. Agar kelak ketika ia sudah akil baligh anak ini akan tumbuh menjadi pemuda sesuai fitrahnya, pemuda yang siap menerima beban dosa dan pahala.

Selama itu kita beranggapan anak usia 15 atau 17 tahun belumlah cukup untuk dikatakan dewasa namun anak pada usia demikian didalam islam sudah menjadi dewasa.

Sudah mulai menanggung kebaikan dan keburukannya sendiri dengan kata lain ia telah harus menanggung pahala dan dosanya sendiri dan ia dianggap mampu menanggung itu semua. Bahkan sudah diperbolehkan untuk menikah.

Tapi kebanyak masyarakat menganggap mereka masih anak-anak yang masih perlu untuk dibiayai kebutuhannya, dan marilah kita rubah persepsi tersebut dengan mempersiapkan anak agar siap tepat pada waktunya.

Ketika ia akil baligh ia telah sadar akan keberadaannya di mukabumi ini sebagai khalifah dan tahu akan tujuan hidupnya, dapat mengelola kehidupannya dengan baik tanpa perlu dibantu sepenuhnya oleh orang tua, Wallahu a’lam bissawab.

 

Leave a Reply

Close Menu