MATARAM: Ada cerita unik ditengah gempa besar berkekuatan 7.0 SR yang mengguncang hampir seluruh Pulau Lombok pada hari Ahad, 05 Agustus 2018. Sekelompok Mahasiswa yang memilih menggunakan waktu liburnya untuk membantu dan melayani warga yang menjadi korban Gempa.

Mahasiswa yang berjumlah 7 orang itu (Baiq Alda, Andy Ardiansyah, Arif Rahman, Nabiya, Safti Juliadi, Jamiluddin dan Amiruddin) diketahui tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) NTB tersebut, sudah melayani masyarakat dengan Trauma Healing, bantuan logistik seperti susu anak-anak dan kebutuhan mendesak lainnya selama 3 hari di Dusun Pawang Karya, Desa Senaru. Kec. Bayan.

Di Dusun itulah posko mahasiswa ini berdiri. Dusun yang sama sekali belum mendapat akses bantuan. Di Dusun ini pulalah dua lansia suami istri, Inaq Sanan (80 tahun) dan Amaq Junan (82 tahun) merenggut nyawa tertimpa bangunan rumahnya sendiri.

Andy Ardiansyah selaku Ketua KAMMI NTB saat di hubungi media mengatakan kami merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Korban. Dan bagi KAMMI melayani masyarakat adalah Jiwa KAMMI. Sudah sepatutnya mahasiswa Muslim turun meringankan beban masyarakat. Apalagi masyarakat yang secara fisik dan psikologis sedang trauma.

“KAMMI akan terus bersama masyarakat dan tegar bersama masyarakat sampai bencana ini berlalu”, katanya.

Papuq Safti beserta anak-anak warga Dusun mengaku sangat senang akan kehadiran sekelompok mahasiswa-mahasiswi ini.

“Kami senang dengan kehadiran mereka disini, setidaknya meringankan beban trauma yang kami alami”, tandasnya

Berita Kammi

Tulisan Kader

Bersama KAMMI Jayakan Negeri

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia memberikan kesempatan kepada anak anak muda untuk bergabung bersama KAMMI