Kasus Aliran Dana ke Kapolri, KAMMI Nilai KPK Hilang Keberanian

Kasus Aliran Dana ke Kapolri, KAMMI Nilai KPK Hilang Keberanian

Jakarta, (09/10) – Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menyayangkan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang pasrah atas kasus dugaan pengrusakan dan hilangnya barang bukti catatan keuangan yang menuliskan sejumlah aliran uang ke Kapolri Tito Karnavian, yang saat itu masih menjabat Kapolda Metro Jaya. Selain itu juga tercatat aliran uang dari Basuki ke sejumlah pejabat di Tanah Air.

Dalam rilis yang disampaikan ke media, Deni Setiadi Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI menilai ada upaya kesengajaan dalam hilangnya barang bukti tersebut. “penegak hukum tapi bermain-main dengan hukum” tegas deni.

KPK dalam menjalankan tugasnya harus serius dalam mencegah upaya intervensi dari pihak luar. Apalagi sampai ada oknum kepolisian yang terlibat. Menurut Deni, kunci utamanya ada dalam komitmen di diri KPK sendiri.

Selain itu, Deni menegaskan kepada institusi kepolisian untuk bersikap netral dalam penanganan kasus ini. “jangan buat rakyat kembali kehilangan kepercayaan kepada kepolisian” ujar deni

Desas-desus keterlibatan oknum kepolisian dalam kasus penerimaan aliran dana dari CV Sumber Laut Perkasa milik Basuki Harim harus dijadikan pelajaran berharga. “kalau polisi saja main mata, lantas penegakan hukum kami percayakan kepada siapa?” tutup deni

Leave a Reply

Close Menu