KAMMI DESAK JOKOWI COPOT MENDAG KARENA SENGSARAKAN PETANI

KAMMI DESAK JOKOWI COPOT MENDAG KARENA SENGSARAKAN PETANI

Polemik importasi beras di internal pemerintahan antara Kemendag dan Bulog terus bergulir, pengurus pusat kesatuan aksi mahasiswa muslim Indonesia (PP KAMMI) melihat ketidakmampuan presiden dalam melakukan managerial di pemerintahannya. Deni Setiadi, ketua PP KAMMI Bidang Kebijakan Publik mengatakan jika perdebatan terus terjadi, membuat rakyat sulit untuk kembali percaya kepada pemerintah.

Pemerintah melalui kementerian perdagangan terkesan acuh dengan kondisi petani Indonesia. deni menilai menteri Perdagangan tidak berpikir sebagai negarawan, melainkan sebagai pengusaha yang berusaha mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya meski rakyat jadi korban. Sebagai menteri seharusnya piawai dalam mensiasati potensi ekspor dan pembatasan impor. “Ini persoalan kapasitas, sepertinya pak Jokowi harus segera mengganti mendag saat ini”. tegas deni.

Dalam surat yang dikeluarkan oleh Perum Bulog per tanggal 9 Agustus 2018 dengan nomor B-1034/11/DO303/08/2018 lalu diketahui bahwa hingga Juli 2018 kemarin stok beras Bulog masih berada di angka 1,86 juta ton. Sekedar informasi, stok cadangan beras nasional dinyatakan aman adalah 1 – 1,5 juta ton. hal ini diperkuat oleh statement Dirut Perum Bulog yang mengatakan stok beras sudah mencukupi untuk kebeutuhsn masyarakat hingga juni 2019.

Kondisi tersebut justru tidak diindahkan oleh Mendag, impor tetap saja dilakukan bahkan tidak mau tahu meski kondisi gudang penyimpanan sudah penuh. “Impor itu dengan sadar menomorduakan bahkan mematikan potensi nasional.” ujar deni.

Kedepannya Deni berharap Negara mampu mengendalikan ketersedian dan kestabilan harga beras. karenanya dengan begitu, petani maupun penjual dapat merasakan keuntungan yang sama. termasuk konsumen yamg tidak mengeluhkan lagi mahalnya harga beras. “Jangan biarkan cukong-cukong beras merusak kestabilan negara kita ini” tegas deni.

Dalam momentum Hari Tani Nasional (HTN) yang diperingati setiap tanggal 24 september sebagai hari lahirnya Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) No. 5 Tahun 1960, yang juga merupakan momentum kebangkitan kaum tani di seluruh Indonesia. “Harapan terbesar adalah kesejahteraan petani yang harus segera di tuntaskan oleh pemerintah saat ini” tutup deni

Leave a Reply

Close Menu