KAMMI Online

Tuesday, 07 September 2010

15 May 2009

Tolak Capres-cawapres neoliberal dan tidak berpihak pada rakyat

Berikut adalah release pernyataan sikap resmi dari KAMMI Pusat terkait kebijakan "Tolak Capres-cawapres neoliberal dan tidak berpihak padarakyat". Semoga menjawab kesimpang-siuran respons dari teman-teman semua.

PERNYATAAN SIKAP "TOLAK CAPRES-CAWAPRES REZIM NEO-LIBERAL YANG TIDAK PRO RAKYAT"

Assalamualaikum wr wb.

Pemilu bukanlah sekedar momentum pergantian rezim politik. Pemilu adalah momentum harapan terjadinya pergantian rezim ekonomi menuju keberpihakan pada rakyat untuk terwujudnya kedaulatan dan kemandirian bangsa. Karena selama ini kita melihat pendekatan menghadapi krisis dengan paket kebijakan ekonomi yang bercirikan dengan pencabutan subsidi, penambahan utang, membuka investasi yang itu benar-benar berdasarkan rumus neoliberalisme. Semestinya kita belajar dari ambruknya ekonomi dunia karena sunami krisis global, yang itu menegaskan betapa rapuhnya ekonomi neoliberal. Solusi yang ditawarkan terbukti tidak menciptakan jalan keluar, justru malah semakin membuka pintu ekonomi nasional untuk digempur oleh krisis ekonomi global.

Pemilu 2009 harus menjadi upaya kita bersama untuk keluar dari jeratan ekonomi neoliberalisme. Jangan sampai kita biarkan neoliberalisme semakin menghegemoni Indonesia jika tidak ingin negeri ini akan terus mengalami keterpurukan. Harus segera dihentikan penjualan asset negara yang strategis dan penambahan utang baru, peninjauan kembali kontrak pemerintah yang merugikan kepentingan nasional, pembangunan infrastuktur penunjang ekonomi rakyat, melindungi pedagang pasar tradisional dan memperjuangkan hak hak buruh, serta keberpihakan pada sektor riil dan UKM. Sudah saatnya, kekuatan politik nasionalis, religius, dan progressif-kerakyatan, bersatu-padu untuk menegaskan penentangan terhadap jalan neoliberalistik, sembari mendorong penyelamatan ekonomi nasional, yang berisikan ekonom-ekonom, politisi, dan intelektual antineoliberal dan pro-rakyat. Jangan sampai kita biarkan ekonom-ekonom neoliberal (Boediono, Sri Mulyani, dll) semakin menjerumuskan bangsa Indonesia ke arah kehancuran.

Karena itulah mensikapi realitas politik yang sedangterjadi, pada hari ini KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) menyatakan:

  1. Menolak pasangan capres-cawapres rezim ekonomi politik neo-liberal.
  2. Menolak pasangan capres-cawapres antek asing.
  3. Mendorong kekuatan politik nasionalis-religius untuk bersatu-padumenegaskan penentangan terhadap jalan neoliberalistik.

Siapapun yang akan memenangkan Pemilu 2009 dan memerintah harus berani menggeser peran dominan ekonom pro-neoliberal. Rakyat Indonesia tak boleh dibiarkan tetap berada di garis kemiskinan serta menjadi jajahan bagi negara asing.

Wassalamualaikum wr wb

Allahu Akbar...Merdeka

Widya Supena
Ketua PP KAMMI


Komentar
Belum ada komentar.
Anda harus login untuk memberi komentar
Login Member

Daftar | Lupa Password
Gabung di milist !