KAMMI Online

Tuesday, 07 September 2010

27 April 2009

KAMMI Serukan rekonsilisiasi Elite Politik dan pulihkan hak sipil Rakyat

Pemilu bukanlah sekedar pertandingan untuk mencari menang dan kalah semata dalam demokrasi. Substansi demokrasi sesungguhnya adalah untukmewujudkan kemenangan rakyat Indonesia secara bersama-sama tanpakecuali.

Karena itulah semestinya kebersamaan adalah azas yang harusterus dibangun untuk masa depan bangsa dengan merekatkan dan memperkuattali persatuan, bukan sebaliknya malah menciptakan perpecahan. Kita semua menyaksikan bahwa Pemilu 2009 memang jauh dari kesempurnaan. Namun tentunya jangan sampai karena itulah perpecahan semakin nyata terjadi.

Sekaranglah saat yang paling tepat dan mendesak untuk parapimpinan politik menggelar silaturahim demokrasi, duduk bersama, dan membicarakan masa depan bangsa. Bila ada pergesekan kepentingan dalam kompetisi, maka proses normative tetap dijalankan tetapi kehangatan situasi harus tetap dijaga. Saat ini masyarakat ingin melihat bukti, tauladan dan ke-negarawan-an para pemimpin politik.

Bagi negarawan, berkompetisi dan berbeda kepentingan itu wajar saja selama komunikasi dan silaturahim tetap dibangun. Bagi yang menang untuk membuka diri terhadap yang kalah dan menjaga kohesifitas untuk kepentingan yang lebih besar yaitu stabilitas politik nasional dan iklim demokrasi yang sehat. Rakyat rindu elite politik yang negarawan.

Pemulihan hak sipil dan politik rakyat yang paling disesalkan dan harus dievaluasi pada penyelenggaraan pemilu legislatif kemarin adalah terabaikanya hak konstitusional warga negara,utamanya dalam persoalan banyaknya warga yang memiliki hak untuk memilih namun gagal melaksanakan haknya karena tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Karena itulah seluruh pihak yang bertanggung-jawab harus segera mencari solusi cepat untuk pemulihan hak sipil dan politik rakyat agar kesalahan tersebut tidak terulang lagi pada Pilpres. DPT harus segera diperbaiki dan harus dihormati bila ada yang menempuh jalur hukum untuk menuntut haknya.

Bila ini tidak segera bisa teratasi maka kita akan sangat malu karena menyediakan hak rakyat yang paling mudah kaya begini saja tidak bisa apalagi menyediakan hak rakyat terhadap pendidikan, kesehatan dan panganyang lebih rumit. Artinya negara dalam bahaya jika kejadian seperti ini dibiarkan.


Komentar
Belum ada komentar.
Anda harus login untuk memberi komentar
Login Member

Daftar | Lupa Password
Gabung di milist !