Select Menu

sponsor

sponsor
Select Menu

Favourite

Berita

Info Daerah

Gambar template oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Rilis Media

Opini

Internasional

Foto Gallery

Deri Resa Lutfi Hidayat (Ketua Umum PD KAMMI Badung terpilih)

Mangupura (Bali) – Minggu, (28/8/2016) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Badung untuk pertama kalinya menyelenggarakan kegiatan Musyawah Daerah (Musda)di Aula Serbaguna Gedung Garuda Bilingual School Jimbaran, Badung.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini  bertujuan untuk memilih ketua KAMMI Badung, membentuk susunan kabinet pengurus, serta mengubah status KAMMI Badung yang awalnya berstatus KAMMI Komisariat menjadi KAMMI Daerah.

Musda pertama KAMMI Badung yang dihadiri oleh segenap pengurus dan kader KAMMI Badung ini juga mengagendakan pemilihan Ketua Baru KAMMI Badung yan sebelumnya dijabat oleh Riskiana Safitri.

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya terpilih Deri Resa Luthfi Hidayat sebagai Ketua KAMMI Daerah Badung yang baru menggantikan Riskiana Safitri. Deri menjabat sebagai Ketua KAMMI Daerah Badung untuk periode 2016-2018.

Sebelumnya, Deri pernah mengemban amanah sebagai Ketua Kaderisasi KAMMI Badung.Banyak gagasan dan ide kreatif Deri dibidang Kaderisasi yang dilakukan untuk merekrut kader KAMMI Bali pada saat pelaksanaan Daurah Marhalah (Latihan Kepemimpinan).

Ditemui usai kegiatan Musda Pertama KAMMI Badung, dengan mantap dan penuh keyakinan, ia menyatakan kesiapannya melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan KAMMI Badung dan mengemban amanah selama dua tahun kedepan.

“Kerja tidak hanya di kampus, namun kerja kita di masyarakat pula” ujar Mahasiswa Tingkat akhir Fakultas Teknik UNUD ini.
JAKARTA—Melantik seorang WNA jadi menteri merupakan sebuah pengkhianatan terhadap negara. Meskipun yang bersangkutan sudah dicopot dari jabatan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengecam Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah serampangan memilih menterinya.

“Keteledoran presiden dalam memilih pembantunya ini bisa berbahaya bagi negara dan bangsa Indonesia. Banyak kepentingan nasional yang diputuskan oleh kementerian ESDM. Seharusnya Jokowi hanya memilih para menteri yang berintegritas, cinta kepada bangsa Indonesia, serta tidak memiliki afiliasi atau menjadi agen negara lain. Kalau sebaliknya, itu bisa membayakan NKRI,” kata Riko P. Tanjung, Ketua Bidang Kebijakan Publik Pengurus Pusat KAMMI.

Pada dasarnya, tambah Riko, KAMMI mendukung diaspora Indonesia untuk kembali dan mengabdi dalam rangka membangun bangsa. Tapi, prosesnya tentu harus sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku.

Dengan demikian, Riko menyebut kasus Arcandra Tahar bernilai fatal bagi pemerintahan Jokowi. Artinya, terang Riko, pemerintah telah sengaja menabrak UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang kementerian negara dimana syarat pertama jadi menteri adalah WNI.

Lebih dari itu, Riko meyakini permasalahan status dwi-kewarganegaraan Arcandra sudah diketahui sebelum yang bersangkutan diangkat menjadi menteri oleh Jokowi. Anehnya, dia tetap ditunjuk dan dilantik. 

“Mungkin saja ini adalah intrik antar orang dalam Istana. Sedangkan Arcandra, adalah korban dari pertarungan tersebut,” simpulnya.

Oleh karena itu, tukas Riko, Jokowi harus bertanggung jawab terhadap pelanggaran yang dilakukannya.

“Melantik WNA menjadi menteri sudah bisa dikategorikan sebagai pengkhianatan terhadap negara dan memenuhi syarat untuk dilakukan impeachment. Hal ini sesuai dengan Pasal 7A UUD 1945 yang meyatakan syarat-syarat terjadi impeachment yaitu dengan nyata melanggar hokum, di antaranya pengkhianatan terhadap negara, korupsi, dan penyuapan serta tindak pidana berat lainnya. Kemudian, tentang mekanisme impeachment diatur dalam pasal 7B. Maka, tahap selanjutnya ada di parlemen,” pungkasnya.
 
Suasana Kajian SOLID 1 KAMMI Badung/doc.KAMMI
Denpasar – Ada aktifitas yang berbeda di Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi Renon, Bali pada Minggu 14/8/2016. Dihari yang istimewa tersebut, terlihat sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Badung tengah mengadakan kegiatan Kajian School of Leadership  and Ideology 1 atau yang biasa disebut SOLID 1.
 
Agenda Solid 1 KAMMI Komisariat Badung kali ini adalah outdoor class dan sharing bareng KAMMI. Meskipun cuaca tidak begitu bersahabat, namun tidak mengurangi esensi kegiatan SOLID 1 yang bertujuan untuk menambah wawasan dan mengasah kekuatan berfikir kader KAMMI dalam berdiskusi.
 
Kegiatan tersebut terlihat cukup ramai dan dihadiri oleh jajajaran dan pengurus KAMMI Se – Bali diantaranya; KAMMI Wilayah Bali, KAMMI Komisariat Singaraja, KAMMI Komisariat Udayana, KAMMI Komisariat Dewata, KAMMI Komisariat Al-Fattih, dan KAMMI Daerah Denpasar.
 
Hal yang begitu terasa istimewa dalam kegiatan SOLID saat ini adalah pelantikan pengurus KAMMI Komisariat Ngurah Rai yang baru terbentuk beberapa waktu sebelumnya. Sintya Silvi yang didaulat menjadi Ketua KAMMI Komisariat Ngurai Rai dalam sambutannya menyatakan bahwa hadirnya KAMMI Komisariat Ngurah Rai bisa menjadi  wadah bagi mahasiswa muslim guna mencari ilmu, pengalaman dan teman. Selain itu juga dengan adanya KAMMI Komisariat Ngurah Rai dapat melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa.
 
“Saya berharap KAMMI Komisariat Ngurah Rai dapat membawa dampak positif untuk masyarakat di Denpasar khususnya di Bali” ungkapnya.
 
“Karena KAMMI Komisariat Ngurah Rai basisnya adalah kampus, mudah-mudahan organisasi KAMMI bisa berkolaborasi dalam berdakwah dan lebih dikenal luas oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang ada di Bali khususnya di Kabupaten Badung” lanjut Silvi.
 
Sementara itu inisiator penggagas KAMMI Komisariat Ngurah Rai, Riskiana Safitri sekaligus Ketua KAMMI Komisariat Badung mengatakan bahwa KAMMI Komisariat Ngurah Rai didirikan untuk memperluas dakwah mahasiswa dilingkungan kampus khususnya di Kampus Politeknik Negeri Bali dan Sekolah Tinggi Pariwisata Bali yang merupakan perguruan cukup besar di Bali. 

Riskiana Safitri juga memiliki harapan besar agar pengurus KAMMI Komisariat Ngurah Rai mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas kader KAMMI di Kampus terkait dalam aksi sosial kemasyarakatan yang bermanfaat di lingkungan kampus dan sekitarnya.
 
“Semoga KAMMI Komisariat Ngurai Rai bisa turut serta dalam aksi sosial kemasyarakatan yang bermanfaat dilingkungan kampus dan sekitarnya” tutupnya.
 
Prosesi pelantikan KAMMI Komisariat Ngurah Rai ditandai dengan penyerahan bendera KAMMI Komisariat Badung dari Ketua KAMMI Wilayah Bali Eka Agung Yulianto ke Ketua KAMMI Komisariat Ngurah Rai Sintya Silvi.
 
Selamat atas dilantiknya Pengurus Komisariat Ngurah Rai Bali. Selamat berjuang menuju Indonesia Jaya 2045.

Ardi Zapata (tengah) Bersama Kader KAMMI Bali
Denpasar (Bali) – Sekjen Kesatuan Aksi Mahasiwa Muslim Indonesia (KAMMI)  Pusat periode 2014-2015 yaitu Ardi Zapata mengunjungi kader-kader KAMMI yang berada di Pulau Bali pada Sabtu (13/4) 2016. Dalam agenda kunjungannya ke Bali, Ardi Zapata mengadakan temu akrab dan diskusi. Lokasi temu akrab dan diskusi dilaksanakan di halaman Monumen Perjuangan Rakyat Bali Puputan Renon ( Badjra Sandhi). Kegiatan temu akrab dan diskusi dihadiri oleh kader KAMMI Bali yang berasal dari KAMMI Komisariat Badung, KAMMI Komisariat Singaraja, dan KAMMI Komisariat Dewata. 

Diskusi dengan tema: "
Menjadi Aktivis Pergerakan di Periode Akhir Zaman" ini berlangsung serius namun santai. Kesempatan bertemu dengan Ardi Zapata dimanfaatkan para kader KAMMI Bali untuk  menimba ilmu menjadi seorang kader dakwah yang tangguh ditengah masyarakat yang penduduknya mayoritas non muslim. Very Nur Samsi salah seorang kader KAMMI Dewata mengatakan bahwa agenda diskusi dengan narasumber Ardi Zepata dapat menambah wawasan dan mendapatkan motivasi dalam berorganisasi di KAMMI. 

“Kegiatan diskusi ini menambah ilmu baru dalam menjadi seorang kader dakwah dan menambah semangat saya untuk terus belajar di KAMMI” tegasnya.

Sedangkan Azmi Redza, Kader KAMMI Komisariat Badung berujar bahwa diskusi yang menghadirkan Ardi Zepata bisa menambah pengalaman dalam menjalankan amanah beroganisasi di KAMMI. 

“ Pengalaman yang luar biasa bisa bertemu dan berdiskusi dengan Bang Ardi” tuturnya,

Kegiatan temu akrab dan diskusi juga dihadiri oleh Ketua KAMMI Wilayah Bali Eka Agung Yulianto yang bertindak sebagai moderator.
Denpasar (Bali) – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Dewata mengadakan Garage Sale berupa penjualan pakaian bekas layak pakaian dan asesoris kebutuhan pribadi lainnya pada hari Sabtu (13/8) 2016. Lokasi kegiatan Garage Sale diadakan di Ruko sekitar Pasar Dalung, Denpasar. Harga barang yang dijual ke warga Kota Denpasar yang bermukim di daerah sekitaran Dalung pun dihargai mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 20.000 saja. Meskipun barang yang dijual adalaha pakaian bekas layak pakai tetapi kualitas barangnya masih terbilang bagus dan masih mulus. Lapak Garage Sale KAMMI Komisariat Dewata dibuka dari pukul 06.00 wita hingga pukul 10.00 wita. Begitu lapak dibuka, warga Denpasar yang kebetulan melintas langsung berbondong-bondong untuk menyambang lapak KAMMI Dewata. 

Ketua KAMMI Komisariat Dewata yaitu Ibaaadurahman mengatakan bahwa kegiatan Garage Sale KAMMI Komisariat Dewata adalah untuk menggalang dana kas KAMMI Dewata yang diagendakan untuk kegiatan dakwah, sosmas, dan Daurah Marhalah I (Leadership Training) yang diadakan Bulan September. “ Garage Sale ini diadakan untuk menggalang dana kas KAMMI Dewata yang ditujukan untuk agenda dakwah, sosmas dan latihan kepemimpinan yang diadakan akhir Bulan September” ungkapnya. 

Nengah Sofwil Wida , Anggota Departemen Humas KAMMI Dewata saat ditemui di lokasi garage sale mengaku bahwa kegiatan Garage Sale adalah salah satu pembelajaran bagi anggota KAMMI Komisariat Dewata untuk belajar berwirausaha sekaligus beramal. “ Kegiatan ini bisa melatih pribadi kader-kader KAMMI untuk belajar menjadi seorang wirausaha dan beramal bagi orang-orang disekitar kita” tuturnya. 

Baju dan asesoris yang dijual dalam Garage Sale merupakan sumbangan pribadi dari anggota dan kader KAMMI Dewata serta sumbangan para dermawan yang mendukung kegiatan-kegiatan dakwah KAMMI.

Denpasar (Bali) – Pengurus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Bali mengadakan kegiatan acar halal bihalal yang diselenggarakan pada ahad sore (31/7) 2016 di Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Renon Denpasar. Acara ini diikuti kader KAMMI yang ada di kepengerusan KAMMI Daerah Denpasar, KAMMI Komisariat Badung, KAMMI Komisariat Udayana, KAMMI Komisariat Dewata, KAMMI KomisariatAl-Fattih dan KAMMI Komisariat Ngurah Rai. 

Acara ini mengambil tema “Melalui Halal Bihalal KAMMI Bali Kita Jayakan Indonesia” Tercatat 55 Kader KAMMI Bali datang mengikuti agenda halal bihalal yang diprakarsai oleh Kadep Humas KAMMI Wilayah Bali Drh Mike Paujiah,S.Kh.

Agenda Halal Bihalal diadakan pasca hari raya Idul Fitri yang jatuh sebulan sebelumnya. Rata-rata kader KAMMI Bali adalah mahasiswa perantauan yang berasal dari Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Beberapa Kader KAMMI Bali juga ada yang melanjutkan studi S2 ke luar Pulau Bali dan mendapatkan pekerjaan diluar Pulau Bali. Sehingga otomatis saat kegiatan halal bihalal menjadi momen yang sangat mengharukan berkumpul bersama kembali kader KAMMI Bali.  Demisioner Ketua KAMMI Wilayah Bali yaitu Taufik Hidayat, S.Kom memberikan tausiyah dalam momen halal bihalal .

Sementara itu, Ketua KAMMI Wilayah Bali Eka Agung Yulianto ditemui saat acara berlangsung mengatakan bahwa kegiatan halal bihalal diadakan untuk mempererat tali silaturahmi dan mensinergikan program kerja KAMMI Wilayah, Daerah maupun Komisariat. “Di Bulan Syawal ini adalah momen untuk mengevaluasi kerja-kerja dakwah selama ini” tuturnya.

“Semoga kedepan KAMMI Bali bisa menjadi lebih baik lagi” kata Eka Agung menutup perbincangan.

Acara Halal Bihalal KAMMI Bali diisi dengan sesi maaf-memaafkan antar kader dan santap sore bersama.
                   Polisi mengamankan Bandara Internasional Attaturk, Istanbul, Turki, Rabu (29/6), usai diguncang ledakan bom. (AP)


REPUBLIKA.CO.IDJAKARTA -- Pengeboman di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul, Turki, Selasa (28/6/2016) malam waktu setempat menyita perhatian dunia. Jumlah korban tewas dalam serangan yang dilakukan oleh tiga pelaku bom bunuh diri itu terus bertambah dan sudah mencapai 50 orang, sementara sekitar 250 orang lainnya terluka.
Tidak luput, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) turut menyatakan keprihatinannya atas serangan tersebut. Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI, Adhe Nuansa Wibisono mengutuk keras serangan bom bunuh diri dan menegaskan solidaritas KAMMI terhadap masyarakat Turki.
“KAMMI mengutuk keras serangan bom yang terjadi di bandara Ataturk, bom bunuh diri ini merupakan tindakan keji yang mengoyak kemanusiaan. KAMMI mewakili pemuda Indonesia menyatakan duka dan solidaritas yang mendalam untuk para korban dan keluarganya," ujar Wibisono.
Wibisono melanjutkan serangan ini menjadi ujian bagi nilai perdamaian dan kemanusiaan secara global. Lebih memprihatinkan lagi serangan ini terjadi di bulan suci Ramadhan ketika masyarakat muslim sedang berpuasa.
Lebih lanjut, Wibisono menyatakan bahwa insiden terorisme seperti ini tidak mewakili perwajahan agama manapun.“Salah besar jika ada pihak-pihak yang mengaitkan terorisme dengan agama tertentu, serangan di Turki ini membuktikan bahwa terorisme tidak punya agama," papar dia.
KAMMI juga mendukung pemerintah Indonesia terutama Kementerian Luar Negeri untuk mengambil langkah cepat memastikan keamanan dan keselamatan WNI yang berada di Turki, khususnya yang berada di sekitar Istanbul.