Select Menu

sponsor

sponsor
Select Menu

Favourite

Berita

Info Daerah

Gambar template oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Rilis Media

Opini

Internasional

Foto Gallery

JAKARTAMelanjutkan Gerakan #KoinUntukAustralia yang telah dimulai oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh, Pengurus Pusat KAMMI membuka Posko Nasional yang berlokasi di Jalan Penggalang Raya No. 3 RT 007 RW 03 Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur. Adapun untuk sumber informasi, bisa melalui 0852 7300 4259 atau 0812 2712 5386. 

Aksi Penggalangan #KoinUntukAustraliam Car Free Day
Bundaran HI, Jakarta, Minggu (01/03/2015)
Hal itu disampaikan oleh Wasekjen PP KAMMI Arif Susanto saat melangsungkan Aksi Galang #KoinUntukAaustralia di Car Free Day Bundaran HI, Jakarta Minggu (1/3/2015). “Aksi hari ini serentak dilakukan oleh beberapa KAMMI Daerah se-Indonesia. Ini menegaskan sikap rakyat Indonesia dalam menolak intervensi Australia atas kedaulatan Indonesia dengan kedok bantuan bencana, khususnya kedaulatan hukum Indonesia,” kata Arif Susanto. 

Koordinator Posko Nasional Romidi Karnawan menyatakan, seluruh kader KAMMI bersama rakyat siap menjadi relawan gerakan #KoinUntukAustralia di setiap pelosok Indonesia. “Melalui Posko Nasional ini, koin yang terkumpul dari seluruh Indonesia akan kami serahkan kepada Kedutaan Besar Australia, agar tidak ada lagi hutang budi yang membuat Australia merasa berhak mengintervensi kedaulatan hukum Indonesia,” ujar Romidi.

Romidi juga menegaskan sikap KAMMI yang mendesak Perdana Menteri Australia Tony Abbott untuk meminta maaf secara terbuka terkait pernyatannya mengungkit bantuan Tsunami Aceh. Permintaan maaf itu diharap akan meredakan kemarahan rakyat Aceh dan masyarakat Indonesia pada umumnya. “Jika Abbot enggan meminta maaf, itu artinya selama ini Australia memiliki agenda terselubung dalam setiap bantuan dan aktivitas di Tanah Air. Ini bisa mengancam kedaulatan Indonesia,” tukasnya. 

Romidi meyakini gerakan #KoinUntukAustralia akan menggugah jiwa nasionalisme dan patriotisme seluruh rakyat Indonesia demi terjaganya kedaulatan bangsa. 

“Inilah saatnya seluruh rakyat berbuat demi kedaulatan Indonesia,” pungkasnya.
Logo Kongrwa XIV Pemuda/KNPI 2015
JAYAPURA - Kongres Pemuda / KNPI XIV yang diselenggarakan di Jayapura, Papua masih berlangsung. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang ikut menjadi peserta kongres punya komitmen mendorong KNPI agar mendesak pemerintah untuk lebih memprioritaskan pribumi dalam segala hal, terutama dalam mengelola kekayaan negara.

"Yang menjadi sorotan utama adalah sektor migas. Pemerintah harus melakukan negosiasi ulang semua kontrak yang berkaitan dengan pengelolaan kekayaan alam kita, terutama sektor migas agar lebih proporsional terhadap pribumi," Ardy Zapata, salah satu presidium Pimpinan Kongres Pemuda / KNPI XIV, Sabtu, 28 Februari 2015.

Selain itu, lanjut Sekjend PP KAMMI ini, pengelolaan kekayaan alam di Papua juga harus mengedepankan pembangunan dan kesejahteranan rakyat Papua. Menurut dia, pemerintah selama ini memang sudah melakukan itu, tetapi masih jauh dari harapan.

"Pemerintah harus lebih tegas terhadap PT Freeport. Jika Freeport kurang mensejahterahkan rakyat Papua, cabut saja ijinnya," tegas dia.

Sementara itu, Ketua Umum PP KAMMI Andriyana, mendorong KNPI agar mempersiapkan SDM strategis terutama pribumi. Menurut dia, langkah ini perlu mendapat dukungan dari pemerintah.
SDM strategis pribumi harus diprioritaskan untuk menghadapi MEA di level regional ASEAN, KNPI harus menjadi motor penggeraknya," tutup Andriyana.
Sumber Gambar : www.harapanperdana.com
Seruan Gerakan Nasional ‪#‎KoinUntukAustralia‬


Yth. Ketua PW, PD, PK dan Seluruh Kader KAMMI
di Seluruh Indonesia

 
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Segala Puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan kemerdekaan bagi Bangsa dan Rakyat Indonesia sehingga kini kita bisa hidup dengan tenang di Tanah Air Indonesia. Shalawat dan Salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, suri tauladan kita dalam menata peradaban dunia khususnya Indonesia.

Melalui surat ini, kami Pengurus Pusat KAMMI (PP KAMMI) dengan ini menyerukan seluruh kader & pengurus KAMMI di PW, PD dan Komisariat untuk bergerak melakukan Gerakan #KoinUntukAustralia di seluruh daerah dan kampus di seluruh Indonesia dengan gambaran sebagai berikut:

  1. Gerakan #KoinUntukAustralia adalah gerakan yang diinisiasi oleh kader KAMMI di Aceh melalui forum sholah subuh berjama’ah, dengan tokoh utama Sdra Darlis Azis (Ketua PW KAMMI Aceh). Melihat respon besar publik dengan menjadi trending topic di twitter & mendapat respon besar media massa, gerakan ini perlu diseriusi dan dimassifkan di seluruh Indonesia;
  2. Isu Utama Gerakan #KoinUntukAustralia adalah bentuk solidaritas Pemuda dan Rakyat Forum Indonesia Muda untuk menjaga Kedaulatan Indonesia dari Intervensi Australia pada Kedaulatan Hukum Indonesia dengan kedok Bantuan Bencana Alam Tsunami di Aceh;
  3. Pengumpulan #KoinUntukAustralia ini agar dilakukan semassif mungkin di tempat-tempat srtategis dan menggalang elemen pemuda, pelajar, tokoh, masyarakat, dan elemen bangsa yang lain.
  4. Buat Penggalangan #KoinUntukAustralia di Car Free Day, kampus-kampus, sekolah-sekolah, masjid, gereja, Malla, pasar tradisional, aksi di lampu merah, dan lokasi strategis lainnya. Pada hari Ahad kita serentak mengadakan Aksi #KoinUntukAustralia di Car Free Day di seluruh Daerah, yg dilanjutkan kumpul relawan #KoinUntukAustralia;
  5. Massifkan pemberitaan dengan melakukan rilis gerakan kita, juga aktif di twitter dengan ngetweet foto dan propaganda Gerakan #KoinUntukAustralia.
  6. Dana yang terhimpun dalam #KoinUntukAustralia akan kita berikan pada Australia dengan mengantarkannya ke Kedutaan Besar Australia di Jakarta dalam beberapa termin. Termin pengumpulan pertama akan kita sampaikan pada Jum’at 6 Maret 2015;
  7. Agar dalam pengumpulan #KoinUntukAustralia tidak terlalu dominan menggunakan simbol atau atribut KAMMI agar ini menjadi isu milik bersama dan massif didukung oleh semua elemen rakyat Indonesia;
  8. Perlu kiranya di masing-masing daerah dibentuk Posko #KoinUntukAustralia dan Relawan Gerakan #KoinUntukAustralia bersama banyak elemen pemuda, pelajar dan masyarakat yang lain sehingga ini menjadi gerakan solidaritas Rakyat Indonesia;
  9. Salah satu capain penting kita adalah menampilkan KAMMI sebagai Gerakan Mahasiswa Muslim yang terdepan membela Kepentingan Kedauatan Bangsa dan Rakyat Indonesia dari segala intervensi Asing dalam bentuk apapun.
  10.  Posko Induk Pengumpulan #KoinUntukAustralia berada di Jalan Penggalang Raya No. 3 Palmeriam, Matraman Jakarta Timur. Ketua Posko Induk adalah Sdra. Arif Susanto (0857 2618 5252 atau 0812 2712 5386) dan Romidi Karnawan (0852 7300 4259).

Demikian surat ini kami sampaikan, semoga Allah SWT menguatkan langkah kita Putra-Putri Indonesia untuk menjaga warisan Kemerdekaan Indonesia ini dengan terus menjaga Kedaulatannya, serta mewujudkan cita-cita Kemerdekaan Indonesia dengan kontribusi terbaik yang kita miliki.

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Ketua Pengurus Pusat KAMMI

Andriyana



Sumber gambar : dunia.news.viva.co.id

JAKARTA - Ditundanya eksekusi mati Gembong Narkoba kasus "Bali Nine" semakin menguatkan kecurigaan publik akan adanya intervensi pemerintah Australia dalam kasus ini. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mendesak Presiden Jokowi untuk segera mengeksekusi terpidana mati gembong narkoba "Bali Nine" Andrew Chan (31) dan Myuran Sukumaran (33).

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI Andriyana di Jakarta (23/02). "Segera lakukan eksekusi mati terhadap gembong narkoba ini bila Jokowi memang Pro terhadap pemberantasan Narkoba dan tidak dibawah oleh bayang-bayang Intervensi Australia." tegas Andriyana.

Menurutnya, Jokowi harus mempertahankan Kedaulatan hukum Indonesia dengan tidak berada dibawah bayang-bayang intervensi asing. "Penundaan eksekusi mati ini mempertegas dugaan bahwa Jokowi berada dibawah bayang-bayang intervensi Australia. Negara Inonesia adalah negara yang besar, jangan sampai di intervensi dan dilecehkan oleh negara manapun," ujarnya.

Ketua Bidang Kebijakan Publik Pengurus Pusat KAMMI Romidi Karnawan menambahkan, Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Senin (16/2/2015) mengatakan, mereka  sedang mengupayakan setiap celah untuk membantu menyelamatkan dua warga negaranya yang di eksekusi mati di Indonesia.

Adapun lobi Australia atas penundaan eksekusi mati dengan mengungkit bantuan  saat terjadinya bencana tsunami Aceh. "KAMMI sudah bergerak dengan melakukan penggalangan #KoinUntukAustralia yang dilakukan oleh teman-teman KAMMI Aceh. Dan bisa jadi ini menjadi gerakan nasional atas nama harga diri Bangsa Indonesia," ungkap Romidi.

Terkait alasan teknis Pemerintah Indonesia menunda eksekusi mati ini, KAMMI dan rakyat Indonesia juga meragukan alasan itu. "Seharusnya tidak berlarut dan tidak dijadikan alasan untuk segera melakukan eksekusi," tutup Romidi.


KAMMI Aceh Buka Posko Koin untuk Australia
BANDA ACEH - Pernyataan PM Australia Tony Abbott yang mengaitkan bantuan tsunami untuk Indonesia pada 2004 silam dengan hukuman mati mendapat kecaman dari masyarakat Aceh. Sebagai bentuk protes, Kesatuaan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh membuka posko pengumpulan koin untuk Australia.

Posko perdana ini didirikan di Sekretariat KAMMI Aceh di kawasan Lamgugop, Banda Aceh. Terdapat sebuah papan pengumuman ukuran 1X1 meter bertuliskan posko Koin untuk Australia. Sejumlah uang koin pecahan Rp 100 hingga Rp 1.000 terlihat di sana.

Koordinator Posko, Martunus mengatakan, aksi ini sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Abbott yang mengaitkan desakan pembatalan hukuman mati dua warganya dan mengungkit peran Australia yang membantu Indonesia saat tsunami Aceh. Pengumpulan koin ini dilakukan untuk mengembalikan uang Australia.

"Kita tidak terima dengan pernyataan PM Australia dan meminta pemerintah agar segera mengeksekusi mati dua warga Australia," kata Martunus saat ditemui wartawan, Sabtu (21/2/2015).

Aksi pengumpulan koin untuk Australia awalnya muncul di media sosial dengan hashtag #koinuntukAustralia. Tagar tersebut menjadi ramai setelah dicuit oleh pengguna Twitter. Mereka juga mengunggah foto koin lengkap dengan keterangannya.

Koin yang berhasil dikumpulkan, kata Martunus, nanti akan digelar rapat kembali untuk membahas panitia yang bertanggung jawab mengelolanya. "Kita mencoba melobi pemerintah untuk membawa uang ini ke Pemerintah Australia. Apabila perlu nanti juga kita gelar aksi di dubes Australia dengan membawa koin," jelasnya.

Sumber :
news.detik.com/read/2015/02/21/170747/2839078/10/kecam-tony-abbott-mahasiswa-aceh-buka-posko-koin-untuk-australia

Sumber Gambar : www.planespotters.net

PEKANBARU—Sejak kejadian keterlambatan (delay) penerbangan pesawat Lion Air ke sejumlah daerah pada Rabu (18/2/2015) hingga Jumat (20/2/2015) sekarang, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) terus memantau perkembangan terbaru. Sayangnya, delay demi delay diketahui tetap terjadi pada banyak penerbangan Lion Air ke sejumlah daerah. 

Merespons berlarutnya kelalaian Lion Air tersebut, KAMMI mengajak masyarakat menuntut Lion Air menyiapkan kompensasi 1 triliun rupiah.

“KAMMI memandang persoalan Lion Air ini tidak bisa disepelekan. Pelanggan Lion Air yang merasa dirugikan  perlu menuntut Lion Air siapkan 1 triliun untuk menyelesaikan ganti rugi keterlambatan kepada ribuan penumpang yang telantar dan seluruh pihak terkait yang terkena imbas langsung,” kata pengacara KAMMI Pusat Irawan Malebra, S.H.

Irawan menaksir angka 1 triliun berdasar pada banyaknya penerbangan yang terbengkalai dan buruknya respons manajemen Lion Air.

Menurut Irawan, meski kabarnya Menteri Perhubungan sudah menyatakan sikap, namun itu belum banyak berimbas pada penerbangan Lion Air. 

“Kalau terus seperti ini, saya rasa sah-sah saja jika ada dugaan bahwa ada kongkalikong antara Lion Air dengan Menhub,” ujarnya. 

Menguatkan Irawan, Wakil Ketua Umum KAMMI Hadi Prayitno juga mengajak masyarakat lebih aktif dan masif dalam mengonsolidasikan gerak protes terhadap  Lion Air agar lebih efektif. 

Terkait itu, Hadi mengundang masyarakat untuk bergabung dalam Fanpage Facebook “Gerakan Masyarakat Tuntut Lion Air”.    

“Atas nama bangsa Indonesia, mari kita bersama melakukan aksi demi menghentikan tindakan zalim Lion Air. Siapa pun masyarakat yang memiliki kompetensi di bidang hukum, transportasi, manajemen, dan sebagainya kami ajak untuk bergabung dalam gerakan ini,” tutupnya.


Foto KAMMI bersama Plt. Gubernur Riau Ir. H. Arsyadjuliandi Rachman

PEKANBARU—Agenda Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) resmi dibuka oleh Plt. Gubernur Riau Ir. H. Arsyadjuliandi Rachman di Gedung Daerah Riau, kota Pekanbaru, Rabu (18/2/2015) malam tadi.

Selain unsur pimpinan pengurus KAMMI se-Indonesia, agenda pembukaan Rapimnas juga dihadiri oleh pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Wakil Rektor Universitas Riau, dan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Provinsi Riau.

Dalam sambutan pembukaannya, Arsydjuliandi menyampaikan arti penting Provinsi Riau di Sumatera bahkan Indonesia.

“Riau adalah provinsi dengan perkembangan ekonomi tertinggi pertama di Sumatera, dan nomor 5 di Indonesia,” kata Arsydjuliandi.

Pusat pemasok listrik di Sumatera pun, lanjut Arsydjuliandi, ada di Kota Pekanbaru. Begitu pula dengan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sebagainya, dirinya meyakini Riau ke depan akan makin maju.

“Sumber daya manusia adalah salah satu kunci utama di antara yang lainnya. Saya yakin kader-kader KAMMI se-Indonesia umumnya dan Riau khususnya bisa menjadi elemen SDM unggul,” simpulnya.  
Mewakili Pengurus Pusat, Wakil Ketua Umum PP KAMMI Tatang Yusuf Iskandar menyatakan, Rapimnas 2015 memang difokuskan pada pembahasan isu dan agenda strategis gerakan ke depan. Selain itu, agenda mengawal pemerintah agar benar-benar mencapai cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Bangsa dan daerah yang besar, seperti disabdakan Rasulullah, mestinya mampu mewujudkan kedamaian dan ketertiban bersama, terjalinnya relasi hubungan baik dengan banyak pihak, dan adanya jaminan kesejahteraan segenap rakyat. Terakhir,  itu semua harus dibungkus dengan pribadi yang kokoh iman dan moralnya,” simpul Tatang. 

Sementara itu, dikonfirmasi pada Kamis (19/2/2015), Ketua Umum PP KAMMI Andriyana menegaskan, sesuai tema besar Rapimnas 2015 “Mengokohkan Peran Kebangsaan dan Masyarakat KAMMI dalam Mewujudkan Cita-cita Kemerdekaan Indonesia”, agenda Rapimnas diarahkan agar makin memunculkan jiwa nasionalisme dalam segenap pimpinan KAMMI. Dengan demikian, KAMMI diharapkan mampu mengambil tanggung jawab permasalahan negeri tercinta pada masa mendatang.  (NA)