Select Menu

sponsor

sponsor
Select Menu

Favourite

Berita

Info Daerah

Gambar template oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Rilis Media

Opini

Internasional

Foto Gallery



                                                           Berfoto bersama Kapolsek Tansa/doc KAMMI UIKA

BOGOR-- Maraknya kasus kejahatan di daerah Tansa menginisiasi Kamtibmas untuk menggandeng tukang ojek demi keamanan dan ketertiban. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat UIKA menyambut dengan  mendatangi Kapolsek Tanah Sareal Hari ini, Rabu (3/2) dan disambut Komfol Wasino.

Ketua Umum Komsat UIKA Lathif Fardiansyah mengatakan bahwa organisasinya sebagai OKP basis komisariat siap membantu gerakan yang dilakukan pihak kapolsek. "KAMMI memiliki Kader yang siap sewaktu-waktu berkontribusi dengan kapolsek. Harapan kami hal ini jadi pembelajaran bagi gerakan sosial dan OKP" tegas pemuda hobi fotografi ini.

Kapolsek Tanah Sareal Kompol Wasino menyambut baik kedatangan KAMMI UIKA. Ia berharap kerjasama ini akan terealisasi dengan baik. "Kepolisian siap melibatkan KAMMI dalam agenda sosial kontrol berupa keamanan yang saat ini menjadi tren di Tansa. Ada juga kegiatan sosial kami yang kelak bisa bersinergi dengan KAMMI UIKA," tutur Wasino.*/KAMMI UIKA
DENPASAR-Musyawah Wilayah 2 KAMMI Bali menetapkan dan memilih Eka Agung Yulianto sebagai Ketua KAMMI Wilayah Bali untuk masa bakti 2016-2018. Kegiatan bertemakan "Semangat Kebersamaan dalam keberagaman Menuju Indonesia Jaya" ini  menghadirkan  Kabiro Pemerintahan Provinsi Bali Jaya Dijaya mewakili Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta.
Menurut Ketua Terpilih Eka Agung bahwa ia siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan KAMMI Bali dan akan membuat sebuah gebrakan baru ditubuh KAMMI Bali. "Saya siap melanjutkan estafet kepemimpinan ini," tuturnya.
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Bali mengadakan kegiatan Musyawarah Wilayah 2 KAMMI Bali di Gedung Diklat Pemerintahan Provinsi Bali Jalan Hayam Wuruk No 152 Denpasar, Bali. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari dari tanggal 30 s/d 31 Januari 2016.  
Undangan lain yang hadir dalam agenda Musywil 2 KAMMI Bali yaitu Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali Pasek Mangku Swastika, Perwakilan Forum Generasi  Muda Lintas Agama (Forgimala) Provinsi Bali Michel Fame, Anggota DPRD Kota Denpasar Ustadz Hilmun Nabi’. Turut hadir Perwakilan KNPI Provinsi Bali, Perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) Se-Bali, Perwakilan Lembaga Dakwah Kampus (LDK), dan Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) di Bali. Tak ketinggalan Perwakilan Polsek Denpasar Timur, Perwakilan dari Danrem TNI, beserta seluruh kader dan fungisionaris KAMMI di Bali.
Ketua sebelumnya Taufik Hidayat mengatakan bahwa tema yang diusung dalam kegiatan akbar KAMMI Bali ini memiliki harapan bahwa Bali bisa menjadi inspirasi Provinsi lain untuk menjaga kerukunan umat beragama. Senada, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menyampaikan agar mahasiswa muslim Indonesia sebagai generasi muda muslim di Bali khususnya mampu menyelaraskan diri dan menjadikan IPTEK sebagai penguatan dalam memperdalam ajaran agama Islam dan budaya bangsa. */KAMMI
Serah Terima Jabatan




BALI--- KAMMI Wilayah Bali akan mengadakan Musyawarah Wilayah Kedua pada 30-31 Januari 2016 di Gedung Pusdiklat Pemerintah, Provinsi Bali. Rapat terakhir pada Selasa lalu (26/01). Rencana akan menghadirkan Wakil Gubernur Bali Sudikerta. Agenda utama Musywil Kedua KAMMI Bali adalah memilih Ketua KAMMI Wilayah Bali untuk periode 2016-2018. 
Menurut Ketua KAMMI Wilayah Bali periode 2014-2016 Taufik Hidayat, siapapun yang terpilih menjadi ketua menggantikan dirinya haruslah bisa melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dan memiliki gebrakan baru untuk membangun KAMMI Bali ke depan. "Saat ini kader KAMMI di Bali sudah mencapai angka diatas seratus dan bernaung dibawah bendera KAMMI Daerah Denpasar, KAMMI Komisariat Badung, KAMMI Komisariat Al-Fatih. Ditambah KAMMI Komisariat Dewata dan KAMMI Komisariat Singaraja. */Humas KAMMI Bali
JAKARTA - Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengadakan kunjungan ke kementrian Agama RI di ruangan kementrian agama RI, Senin (25/01).

Kunjungan tersebut dalam rangka menjalin silaturahim menjelang mukernas KAMMI yang akan dilaksanakan pada tanggal 17-21 Februari 2016 di asrama Haji Bekasi, Jawa Barat.


Rombongan PP KAMMI disambut baik oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin dan jajarannya. Lukman Hakim Saifudin selaku menag berpesan pada KAMMI agar menjadi pionir dalam menangkal penyebaran paham ekstremisme dan radikalisme atas nama agama.

“Peran Kemenag lebih pada proses pencegahan. Dan KAMMI harus turut mendukung langkah preventif ini,” tegas Lukman.


“Generasi muda kerap dijadikan sasaran empuk bagi paham sesat maupun radikal. Oleh karena itu perlu dukungan semua pihak untuk mengatasinya,” imbuh menteri agama.


Sejalan dengan Lukman, Ketua Umum KAMMI, Kartika Nur Rakhman menanggapi bahwa apa yang dinyatakan oleh pihak kemenag sejalan dengan semangat yang dibangun KAMMI.


“Oleh karena itu, KAMMI akan menggelar mukernas yang pertama ini dengan tema Jayakan Indonesia 2045, dimana salah satu topik pembahasannya adalah upaya menangkal radikalisme dan ekstrimisme yang kerap melanda pemuda Indonesia yang minim pengetahuan agama,” kata Kartika.


Selain itu, Kartika juga meminta kesediaan Lukman Hakim Saifuddin untuk menjadi keynote speaker dalam tema tersebut.
Kunjungan ini dihadiri oleh beberapa petinggi KAMMI lainnya dan Menag didampingi Direktur Diktis Amsal Bachtiar, Kabiro Umum Syafrizal, dan Sesmen Khoirul Huda.


MimbarUmmat.Com |  Danrem 061/SK Kolonel Inf Fulad, S.Sos., M.Si. menyampaikan apresiasi atas kedatangan pengurus KAMMI Bogor ke mako Korem Surya Kencana. 

“TNI adalah milik rakyat, anggaran dan infrastrukturnya dibiayai dari uang rakyat, adalah hak masyarakat untuk datang berkunjung. Rakyat dan TNI harus menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan”, katanya saat menerima mahasiswa KAMMI, hari ini.

Dalam kesempatan ini, Danrem membahas mengenai berbagai Isu-isu yang berkembang di masyarakat termasuk Mahasiswa menurut beliau harus disikapi dengan bijaksana. 

Menurutnya, Isu pelecehan simbol agama, Gerakan gafatar dan lain sebagainya merupakan water test untuk menguji sejauh mana respon ummat Islam terhadap isu tersebut.  

“Saya mengajak mahasiswa untuk sama-sama menjaga stabilitas keamanan kota Bogor agar lebih kondusif,” imbuhnya.

Salah satu permasalahan penting kita sebenarnya adalah terkait kesejahteraan. Masyarakat yang tidak sejahtera akan mudah terserang paham radikalisme. 

Menurut beliau, menciptakan Ketahanan pangan adalah salah satu cara mensejahterakan masyarakat. Masyarakat yang terpenuhi panganya, kemudian diisi pikirannya dengan karakter akan menjadi masyarakat yang kuat. Adalah juga tanggung jawab kami untuk memastikan rakyat di wilayah Korem 061 Surya kencana sejahtera.

Darem juga menyampaikan pentingnya kedekatan seseorang Prajurit dengan Tuhan sebagai salah satu bekal utama menjalani kehidupan dan menangkal radikalisme. 

“Kita hidup ini sementara, Prajurit saat bekerja harus selalu laporan. Sama seperti kehidupan, kita harus membiasakan laporan kepada Tuhan, sebelum tidur kita sholat taubat, dan saat sebelum melakukan aktifitas kita membisakan sholat Qiamul lail, saya sering ingatkan bawahan saya untuk bangun sholat malam”. tutur Beliau yang juga terkenal dekat dengan para Alim Ulama.

Beliau berharap generasai muda khususnya mahasiswa saat ini dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam rangka menyambut era baru persainga pasar bebas. 

Keberhasilan Indonesia dalam menyambut 100 tahun kemerdekaan akan banyak bergantung pada seberapa baik kaum mudanya saat ini mempersiapkan diri sabagai salah satu icon stok kepemimpinan masa depan, tutup danrem 061/SK.

Diakhir pertemuan Abdussalam kembali mengucapkan terima kasih atas penerimaan Danrem yang hangat dan kesedianya berbagi ilmu. Serta mengutarakan keinginan PD KAMMI Bogor untuk terus bersinergi  dan menjalin silaturahmi khususnya dalam kegiatan-kegiatan menangkal radikalisme dikalangan mahasiswa . (Hka/KAMMI Bogor)

www.mimbarummat.com/2016/01/danrem-061sk-isu-pelecehan-simbol-agama.html
korem 061/Sk

Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf Fulad, S.Sos., M.Si menerima audiensi dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), bertempat di ruang kerja Danrem 061/Sk, Jalan Merdeka no.64 Kota Bogor, Senin (25/1).
      Abdussalam yang tercatat sebagai mahasiswa STIE Tazkia selaku Ketua Rombongan, bersama 6 Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Kota Bogor lainnya, mengucapkan terimakasih kepada Danrem 061/Suryakancana, karena telah menerima dengan baik kunjungan ini.
      Dalam audiensinya KAMMI menyampaikan maksud dan tujuannya yaitu selain untuk bersilaturahmi dengan Danrem 061/Sk, KAMMI juga meminta kesediaan Danrem 061/Sk untuk memberikan pembekalan tentang Wawasan kebangsaan bagi Himpunan Mahasiswa Indonesia Kota Bogor, agar mereka semakin mantap dan dapat mempertebal rasa Nasionalisme. 
       Hal ini disambut baik oleh Danrem 061/Sk, karena menurutnya, generasi muda harus mampu meningkatkan eksistensi diri dalam mencegah disintegrasi bangsa, dan membangun martabat bangsa dengan menumbuhkan kesadaran dan pemahaman wawasan kebangsaan.
      Danrem 061/Sk menerima dan menyambut positif terkait kedatangan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Beliau mengatakan bahwa mulai dari generasi muda segala pergerakan pembaharuan dan perubahan tercetus.
       Dalam kesempatan audiensi ini, disinggung mengenai faham radikal yang ada di Kota bogor, Danrem 061/Sk selaku Komandan Komando Kewilayahan mengatakan bahwa turut aktif berperan serta untuk memerangi aliran atau faham radikal yang berkembang di Kota Bogor.
       Kegiatan audiensi berlangsung selama kurang lebih 2 jam dan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diakhiri dengan sesi foto bersama. (Penrem 061/SK)

http://korem061suryakancana.mil.id/47736/danrem-061-suryakancana-terima-audiensi-dari-kammi

METROPOLITAN.ID | Bogor –  Pengurus daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) daerah Bogor melakukan audiensi ke Komado Rayon Militer 061 Surya Kencana.  Delegasi KAMMI yang terdiri dari Pengurus Daerah dan pimpinan KAMMI Komisariat Kampus Se-Bogor  (AKA, IPB,  UIKA, TAZKIA, UNB dll) diterima langsung oleh  Danrem 061/Sk Kolonel Inf Fulad, S.Sos., M.Si.
Audiensi ini  selain ditujukan sebagai ajang silaturahmi juga diharapan mampu menjadi media tukar gagasan antar mahasiswa dengan pihak Korem.  Hai ini terutama untuk merespon gejala menghangatnya paham radikalisme di kalangan mahasiswa yang akhir-akhir menjadi isu bersama baik tingkat lokal maupun nasional.
Abdussalam, ketua Umum PD KAMMI Bogor sekaligus pimpinan delegasi dalam penyampainya mengungkapkan kegelisahan mahasiswa khususnya KAMMI terkait paham radikalisme yang banyak menyasar di kampus-kampus di kota Bogor. Perayaan hari raya Syiah di Bogor, Isu pelecahan simbol-simbol agama di akhir tahun, gerakan ISIS, bom Sarin dan yang terakhir menghangat adalah Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sering kali menjadikan mahasiswa sebagai salah satu aktor utamanya.
Danrem Kolonel Fulad menyampaikan apresiasi atas kedatangan KAMMI Bogor ke mako Korem Surya Kencana. “TNI adalah milik rakyat, anggaran dan infrastrukturnya dibiayai dari uang rakyat, adalah hak masyarakat untuk datang berkunjung. Rakyat dan TNI haru harus menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan”, tegasnya.
Mengenai Isu-isu yang berkembang di masyarakat termasuk Mahasiswa menurut beliau harus disikapi dengan bijaksana. Isu pelecehan simbol agama, Gerakan gafatar dan lain sebagainya merupakan water test untuk menguji sejauh mana respon ummat Islam terhadap isu tersebut.  Saya mengajak mahasiswa untuk sama-sama menjaga stabilitas keamanan kota Bogor agar lebih kondusif.
Salah satu permasalahan penting kita sebenarnya adalah terkait kesejahteraan. Masyarakat yang tidak sejahtera akan mudah terserang paham radikalisme. Menurut beliau, menciptakan Ketahanan pangan adalah salah satu cara mensejahtrakan masyarakat. Masyarakat yang terpenuhi panganya, kemudian diisi pikirannya dengan kareakter akan menjadi masyarakat yang kuat. Adalah juga tanggung jawab kami untuk memastikan rakyat di wilayah Korem 061 Surya kencana sejahtera.
Darem juga menyampaikan pentingnya kedekatan seseorang Prajurit dengan Tuhan sebagai salah satu bekal utama menjalani kehidupan dan menangkal radikalisme. “Kita hidup ini sementara, Prajurit saat bekerja harus selalu laporan. Sama seperti kehidupan, kita harus membiasakan laporan kepada Tuhan, sebelum tidur kita sholat taubat, dan saat sebelum melakukan aktifitas kita membisakan sholat Qiamul lail, saya sering ingatkan bawahan saya untuk bangun sholat malam”. tutur Beliau yang juga terkenal dekat dengan para Alim Ulama.
Beliau berharap generasai muda khususnya mahasiswa saat ini dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam rangka menyambut era baru persainga pasar bebas. Keberhasilan Indonesia dalam menyambut 100 tahun kemerdekaan akan banyak bergantung pada seberapa baik kaum mudanya saat ini mempersiapkan diri sabagai salah satu iron stok kepemimpinan masa depan, tutup danrem 061/SK.
Diakhir pertemuan Abdussalam kembali mengucapkan terima kasih atas penerimaan Danrem yang hangat dan kesedianya berbagi ilmu. Serta mengutarakan keinginan PD KAMMI Bogor untuk terus bersinergi  dan menjalin silaturahmi khususnya dalam kegiatan-kegiatan menangkal radikalisme dikalangan mahasiswa . (Hka/KAMMI Bogor)