Select Menu

sponsor

sponsor
Select Menu

Favourite

Berita

Info Daerah

Gambar template oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Rilis Media

Opini

Internasional

Foto Gallery

                                              Sesi foto bersama Gerakan Buleleng Gemar Membaca*/.doc KAMMI


Singaraja--- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Singaraja mengadakan gerakan Buleleng Gemar Membaca pada Sabtu (30/4) 2016 di areal car free day Taman Kota Singaraja. Program Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di jalan Ngurah Rai dan Pelabuhan Eks Buleleng ini dipelopori Komisariat Singaraja dan dilaksanakan pada pagi dan sore hari.
Ketua KAMMI Komisariat Singaraja Okik Hadi Saputro saat ditemui ditempat terpisah mengatakan bahwa program TBM bertujuan untuk mengajak masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Singaraja untuk memulai kebiasaan membaca. “ Saya berharap melalui program yang dikemas oleh tim humas KAMMI Singaraja dapat mengajak masyarakat Singaraja terkait pentingnya membaca,” ujarnya.
Dengan membaca, lanjut Okik, kita akan mendapatkan pengetahuan dan informasi yang berguna untuk menambah wawasan dan tidak mudah percaya begitu saja terhadap sebuah isu yang belum tentu benar kevalidannya,” kata mahasiswa Universitas Ganesha ini. Ia berharap Kedepannya Budaya Gemar Membaca bisa ditanamkan sejak dini mulai dari anak-anak. Gerai Taman Bacaan Masyarakat yang dibuka oleh KAMMI Komisariat Singaraja mendapatkan respon positif dari masyarakat. Terbukti banyak orang dewasa dan anak-anak yang mengunjungi gerai Taman Bacaan Masyarakat untuk membaca buku-buku yang dipinjamkan oleh KAMMI Komisariat Singaraja.
Kegiatan divisi humas KAMMI Komisariat Singaraja ini bergerak dengan memnijamkan buku-buku bacaan kepada masyarakat Singaraja tanpa dipungut biaya. Selain itu bisa membaca di lokasi gerai yang dibuka oleh panitia. Buku-buku tersebut mulai dari buku ilmu pengetahuan umum, sastra, majalah anak-anak, dan masih banyak lagi./*KAMMI

                                                                        Seorang kader KAMMI tengah asyik menjalankan permainan/*doc.KAMMI


Denpasar- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Dewata mengadakan kegiatan rihlah ke Pantai Payung Kawasan Jimbaran, Badung pada Ahad (25/4) lalu. Kegiatan yang merupakan agenda bulanan ini diadakan oleh departemen kaderisasi. Selain untuk mempererat uhkuwah anatar kader, juga menjadi sarana terkait program kerja ke depan.

Bendahara KAMMI Komisariat Dewata Rifdah mengaku senang mengikuti agenda ini.” Senang bisa berkumpul bersama kawan-kawan di sini, sambil sejenak menikmati keindahan Pantai di Pulau Bali” ujranya. Peserta lainnya seperti Ferry Nur Samsi berpendapat agenda rihlah bisa mengumpulkan kawan-kawan yang jarang hadir dalam agenda kegiatan KAMMI dan juga membangun budaya kebersamaan. “ Sayang untuk dilewatkan kegiatan rihlah yang menyenangkan ini,”tutur pemuda yang aktif juga di Remas Arbain itu.
Perjalanan menuju Pantai Payung Jimbaran ditempuh dengan jarak 50 KM dari Kota Denpasar. Meskipun rombongan berangkat saat terik matahari di atas ubun-ubun, tak menyurutkan para kader organisasi yang memiliki jargon muslim negerawan ini untuk tidak datang.
Medan yang cukup terjal dan banyak bebatuan membuat perjalanan untuk mencapai Pantai Payung Jimbaran cukup menantang bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan panorama Pantai di sini. Setibanya di Pantai Payung rombongan KAMMI Dewata mengabadikan momen keindahan pantai Payung Jimbaran dengan kamera sembari mengucapkan subhanallah melihat keindahan Pantai yang belum banyak diketahui wisatawan domestik dan mancanegara ini. Pantia Jalan-Jalan juga telah menyiapkan games kepada para peserta untuk dimainkan di lokasi. Games yang dimainkan melatih para peserta untuk bisa solid, kompak dan kerjasama.
Kegiatan menjelajahi Pantai Payung Jimbaran ditutup dengan foto bersama sambil membentangkan bendera KAMMI Komisariat Dewata./*KAMMI
                                                                                         salah satu sesi bedah buku KMGP/*KAMMI

Denpasar– Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Denpasar mengadakan kajian pekanan School of Leadership and Ideology (SOLID 1) pada Ahad (24/4) lalu bertempat di Gedung Serbaguna Kantor Dompet Sosial Madani, Jl Dipenogoro No 189 Denpasar. Kegiatan ini berupa bedah buku “ Ketika Mas Gagah Pergi” karangan novelis Helvi Tiana Rosa. 
Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Bali Lailatul Widayati menceritakan bahwa film KGMP berbeda dengan film-film islami umumnya. “ Ketika Mas Gagah Pergi menceritakan kisah-kisah negara Palestina. Ruh antara novel dan film tidak hilang. Tidak ada adegan bersentuhan dengan lawan jenis antara pemain film. Seluruh keuntungan film didonasikan untuk pendidikan anak-anak Palestina dan Indonesia bagian Timur,” ujar Alumni Fakultas Hukum Universitas Udayana ini.
Penulis Novel KMGP Helvy Tiana Rossa pun harus menolak 11 PH yang menawarkan untuk memfilmkan KMGP. Pemilik PH banyak yang ingin menggubah antara novel dengan film. Pembuatan film KGMP ini juga pendanaannya melalui crowd funding atau patungan. “ Film ini sarat dengan nilai-nilai islami, di antaranya mengajarkan rajin dalam beribadah dan peduli terhadap sesama,” tutur ibu satu anak itu.
Saat ada nonton bareng KGMP antusiasme warga Bali cukup tinggi. Saat empat kali kegiatan nobar diadakan di Park 23XXI tercatat 772 warga muslim Bali menonton film KGMP. Saat sesi diskusi peserta SOLID 1 yang didominasi kader KAMMI Komisariat Dewata,  KAMMI Komisariat Badung, dan KAMMI Komisariat Al-FAtih ini banjir pertanyaan ke narasumber.
Kadep Kaderisasi KAMMI Komisariat Dewata Dedi Setiadi Iskandar mengaku sangat senang hadir dalam kegiatan ini. “Kegiatan SOLID 1 selalu menghadirkan kejutan dan begitu inspiratif untuk dihadiri” katanya dengan penuh semangat.
Akhir acara Bunda Laila (panggilan akrab Lailatul Widayati--red) memberikan 2 buah buku Manhaj kepada Perwakilan KAMMI yang diwakili oleh Sekjen KAMMI Komisariat Dewata yaitu Almizan. Acara ditutup dengan kegiatan foto bersama dengan pembicara./*KAMMI

                                                                                           Peserta Launching Sekolah Advokasi */.doc KAMMI

Tanjungpinang - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Tanjungpinang melaunching program "Sekolah Advokasi" untuk seluruh kader KAMMI di Kepri ahad siang ini (17/04/16) .
Program ini merupakan salah satu kegiatan unggulan yang diluncurkan oleh Departemen Kajian Publik PD KAMMI Tanjungpinang.

Ketua Departemen Kajian Publik PD KAMMI Tanjungpinang Alek Riyadi memaparkan bahwa, " budaya menulis ,diskusi dan membaca. Tiga point inilah yang ingin kita bangkitkan. Dan ini harus ada di jiwa seluruh kader KAMMI," ungkap mahasiswa jurusan sosiologi ini.

Ketua PD KAMMI Tanjungpinang Beni Ruswandi lebih lanjut menambahkan bahwa DKP adalah jantung KAMMI dalam mengawal isu isu kedaerahan maupun nasional. "Lewat sekolah advokasi KAMMI ini, kami harap seluruh kader KAMMI dapat menjadi advokat handal, " tambah Beni saat melaunching sekolah advokasi KAMMI ini.

Staff DKP Khoirul Anam menambahan, "program ini adalah salah satu sarana yang DKP sediakan untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan kapabilitas kader terkait dunia advokasi. " 

Sekolah advokasi KAMMI ini akan dilaksanakan secara rutin  setiap bulannya dengan pemateri yg mahir dan pakar dalam bidang advokasi. (AA)/*KAMMI
Berfoto bersama Made Muliawan*/doc.KAMMI

Denpasar– Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Dewata mengadakan kunjungan tokoh anggota dewan Fraksi Gerindra Made Muliawan. Kunjungan ini dilakukan bersama anggota KAMMI Daerah Denpasar dan KAMMI Komisariat Al-Fattih pada Sabtu (16/4) lalu. Agendanya membahas kepemimpinan yang menganyomi masyarakat, bukan hanya pencitraan.
Made Muliawan mengatakan bahwa seorang anggota dewan seharusnya dapat menganyomi masyarakat di daerah pemilihannya. "Bukan hanya pencitraan semata. Setelah terpilih menjadi anggota dewan malah menghilang." katanya. Ia pun mewanti-wanti agar anggota KAMMI menghindari perilaku korupsi dan menjauhi pergaulan bebas dan narkoba. Penting juga untuk menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama, khususnya di Bali.
“Mari kita bersama-sama sebagai warga Bali baik itu warga Muslim maupun Non Muslim untuk menjaga kerukunan umat beragama” kata Pembina Tarung Drajat dan Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia Denpasar ini. “Sepuluh tahun lagi di antara adik-adik KAMMI yang datang  ke rumah saya semoga bisa menjadi pemimpin baik di bidang politik maupun bidang-bidang lain yang kalian geluti,” ungkap anggota dewan dari Fraksi Gerindra itu.
Made Muliawan Arya sangat senang dikunjungi KAMMI di sela kesibukannya sebagai anggota dewan.” Saya selalu menyempatkan diri untuk selalu berinteraksi kepada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya kepada saya. Tanpa kepeceryaan masyarakat tidak mungkin saya bisa menjadi anggota dewan” tuturnya.
Ketika ditanya  mengenai kesiapannya bila suatu saat masyarakat ingin dirinya menjadi Walikota ataupun Gubernur dengan rendah hati ia menjawab bahwa saat ini dirinya fokus sebagai anggota DPRD Kota Denpasar karena banyak yang harus dibenahi di Kota yang menjadi ibukota Provinsi Bali ini. “ Tidak menutup kemungkinan bila suara rakyat banyak yang ingin ia maju dan dari Partai pengusung mendukung bukan tidak mungkin saya akan maju” tutup pria yang pernah kuliah di Amerika itu.*/KAMMI


KAMIS, 14 APRIL 2016 , 10:07:00 WIB
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

                                                                                                   
 
    DENSUS 88/NET
 
                        



RMOL. Sepak terjang Densus 88 dalam menangkap terduga terorisme sudah mengarah pada pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Apalagi setiap orang, berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat kemanusiaan.

Seharusnya, kata Ketua Bidang Kebijakan Publik PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Aza El Munadiyan, dalam melakukan penindakan, Densus 88 harus mengedepankan asas praduga tak bersalah. 

Bukan malah sebaliknya, Densus 88 malah melakukan tindakan yang lebih mirip dengan penculikan tanpa disertai surat penangkapan. Lebih parah lagi, mereka tak segan-segan melakukan pemukulan, penyiksaan, dan sebagainya," kata Aza dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 14/4).

Dengan demikian, imbuh Aza, korelasi antara kinerja Densus 88 dengan perkembangan HAM di Indonesia justru berbanding terbalik. Aza menyebut tidak adanya proses rehabilitasi terduga teroris yang kemudian tak terbukti terlibat tindakan teror bisa menghambat penegakan HAM di Indonesia. 

"Selama ini Densus 88 hanya melepas begitu saja mereka yang belakangan terbukti tidak bersalah. Tidak ada upaya rehabilitasi nama baik dari Densus 88 terhadap korban salah tangkap dalam beberapa kasus tersebut," jelasnya. [ysa]

www.rmol.co/read/2016/04/14/243196/Cara-Kerja-Densus-88-Seperti-Operasi-Penculikan-