KEKRITISAN DI TENGAH KESEPAKATAN KOALISI PARTAI (STUDY KASUS BANK CENTURY) Kasus mega skandal century terus bergulir dengan skala yang besar dan panas. Wacana-wacana penyelesaian secara politik (pemakzulan-red) mulai muncul di permukaan sebagai akibat bail out bank century ini. Pansus century gate DPR RI pun kejar waktu untuk menyelesaikan skandal ini sesuai target dan substansi. Fraksi-fraksi pun mulai menganalisis dan menginventaris fakta-fakta yang ditemukan, yang menarik adalah adanya fraksi yang vokal dan kritis menyuarakan kebenaran di tengah kesepakatan koalisi yang sedang dan sudah dibangun. Paling tidak untuk saat ini fraksi-fraksi di DPR RI terpecah menjadi dua faksi, faksi yang sepakat dengan bail out bank century dan faksi yang tidak sepakat dengan bail out century. Terjadi polarisasi politik di dua kutub yaitu kutub FPD, FPPP, FPKB, FPAN dan kutub FPKS, FPDIP, FG yang ini menarik untuk kita lihat perkembangannya di samping gerakan civil society dan juga gerakan mahasiswa di berbagai daerah yang terus menuntut penuntasan kasus bail out bank century ini. Yang perlu kita cermati adalah konsistensi koalisi dan relevansinya di tengah fakta pelanggaran kasus bail out century ini.