Select Menu

sponsor

sponsor
Select Menu

Favourite

Berita

Info Daerah

Gambar template oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Rilis Media

Opini

Internasional

Foto Gallery


Ilustrasi Wong Cilik

JAKARTA—Aksi #UltimatumJokowi di berbagai daerah terus berlanjut diringi jeritan rakyat wong cilik. Seperti terlihat saat ini, rakyat sudah semakin terpojok akibat harga kebutuhan pokok kian melangit. Selain harga BBM yang kini naik menjadi 7400, TDL dan LPG 3kg diprediksi menyusul pula melejitkan harga.

Menanggapi situasi kekinian tersebut, Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) kembali mengingatkan Presiden Jokowi untuk lebih mendengarkan jeritan rakyat. Ketua Umum PP KAMMI Andriyana mengimbau seluruh kader KAMMI se-Indonesia untuk konsisten menyuarakan penderitaan rakyat melalui berbagai wahana.

“Rakyat terbelit, KAMMI turun ke jalan, namun presiden kita masih belum mendengarkan. Mungkin ia terlalu tenang tinggal di Istana Bogor. Namun, KAMMI akan terus menyuarakan #UltimatumJokowi seraya juga mengajak seluruh elemen masyarakat terutama “wong cilik” untuk lebih lantang berteriak,” tegas Andriyana.

Andriyana menambahkan, jika jeritan rakyat kecil terus-terusan tidak didengar, dan pemerintah malah sibuk dengan permasalahan elite politik, maka KAMMI tidak akan segan mengajak rakyat Indonesia untuk menduduki Istana Negara di Jakarta.

“Kajian dan analisis KAMMI menyimpulkan, kebijakan ekonomi Jokowi adalah liberal. Bukti nyatanya ialah membebaskan harga minyak ke pasar dan menghilangkan subsidi untuk rakyat. Dengan demikian, sejatinya pemerintah telah melanggar UUD 1945. Ditambah lagi, pemerintah malah menutup mata atas penderitaan rakyat serta menutup telinga dari teriakan masyarakat. Kondisi ekonomi seperti demikian memperlihatkan Jokowi belum juga mampu memimpin negara untuk melaksanakan kewajibannya, yakni melindungi hak atau kemakmuran rakyat,” terangnya.

Ketua Bidang Kajian Publik PP KAMMI Barri Pratama memandang Jokowi seharusnya mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi bangsa tanpa mencekik rakyat kecil.

“Kesan publik yang selama ini menyebut Jokowi sebagai presiden yang merakyat dan hobi blusukan itu harus dibuktikan. Adalah aneh jik ihwal kenaikan harga BBM ini disebut sebagai bukan urusan presiden. Ini masalah bangsa dan rakyat yang menjadi tanggung jawab presiden,” kata Barri Pratama.

Barri tidak sependapat jika kenaikan BBM di Indonesia dikaitkan dengan kekisruhan yang terjadi di Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak dunia. Dirinya meyakini, seyogianya pemerintah berpikir untuk menemukan solusi lain tanpa mengorbankan rakyat kecil.

“Pencabutan subsidi semena-mena merupakan cara praktis yang hanya akan mengorban wong cilik,” simpulnya.
(Humas PP KAMMI)



Logo Badan Narkotika Nasional
JAKARTA—Rabu (25/3/2015) siang kemarin, rombongan perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) menyambangi sekretariat Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa MusIim Indonesia (PP KAMMI) di bilangan Matraman, Jakarta Timur. Agenda kunjungan kerja yang telah dirancang BNN itu disebut sebagai upaya “jemput bola” kolaborasi pencegahan terkait penyalahgunaan narkotika.

Dalam sesi perkenalan, Direktur Advokasi BNN Yunis Farida menerangkan, Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia merupakan pasar paling menarik dalam perdagangan narkotika. Karenanya, diperlukan kolaborasi banyak pihak guna melakukan pencegahan. Hal itu juga juga dianggap penting lantaran prioritas pencegahan masih sangat minim, sedangkan di sisi lain obyek pencegahan sangat besar.

“Kami berkunjung ke KAMMI berharap bahwa memang ada keseriusan bersama melakukan pencegahan; saling mengingatkan di internal organisasi, kemudian kepada adik-adik di kampus, hingga ke masyarakat sekitar kita. Jika bisa terbentuk pemahaman yang baik dari suatu komunitas, kemudian menyebar kepada yang lain, kenapa tidak? Apalagi KAMMI dikenal sebagai organisasi berisi pemuda yang islami dan taat beribadah,” kata Yunis.

Merespons kunjungan kerja dari BNN tersebut, Ketua Umum PP KAMMI Andriyana menyampaikan apresiasinya kepada BNN.

“Apresiasi yang sangat besar saya sampaikan kepada mbak Yunis sebagai Direktur Advokasi dan jajarannya. Meski kami anggap sebagai kakak atau senior, akan tetapi gerakannya gesit seperti muda,” ujar Andriyana disambut gelak tawa ringan personel PP KAMMI lainnya serta perwakilan BNN.

Andriyana menilai agenda “blusukan” semacam itu sangat menarik. Ke depannya, tambah Andriyana, KAMMI berharap BNN terus bekerja dengan ide-ide cemerlang lain guna melakukan pencegahan kepada anak-anak muda Indonesia.

“KAMMI akan ambil posisi bersama BNN untuk turut melakukan pencegahan serta penjagaan kepada internal organisasi sembari mencoba menyampaikan kepada para mahasiswa secara umum di kampus-kampus,” tekad Andriyana.

Pencegahan penyalahgunaan narkotika itu menjadi penting mengingat data awal tahun 2015 saja menyebutkan penggunaan narkoba di Indonesia mencapai 5,1 juta jiwa. Kemudian, angka kematian akibat disebabkan penyalahgunaan narkoba mencapai 140.000 jiwa yang berusia 15 tahun dan 263.000 jiwa yang berusia hingga 64 tahun. Keseluruhan korban meninggal itu terkena overdosis.

Data lain menyebutkan jumlah tersangka kasus narkoba juga terus meningkat, khususnya di kalangan pelajar sekolah dasar. Sebagai contoh, pada 2007 pengguna narkoba di kalangan pelajar SD mencapai 4.138 anak. Jumlah itu meningkat menjadi 5.087 anak pada 2011. Data penelitian lain dari BNN selama lima tahun terakhir bahkan mengabarkan bahwa sebanyak 52,2% penduduk Indonesia berumur 30 tahun terjerat kasus narkoba.  
Humas PP KAMMI



Masa aksi KAMMI Solo Raya
JAKARTA— Iklim politik kian memanas akhir–akhir ini. Bermula dari konflik kepentingan KMP–KIH, Pilkada langsung atau tidak langsung, konflik internal beberapa partai politik, hingga berujung pada munculnya usulan hak angket untuk presiden. Hal ini berakibat ketidakseriusan perhatian pemerintah terhadap masyarakat langsung dari segala sektor, mulai dari ranah ekonomi hingga persoalan lingkungan. Merosotnya nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka 13.300 dan penetapan Kapolri adalah contoh akibat kebijakan atas dasar pertimbangan politik, bukan perhatian kepada “wong cilik”. Ketidakbecusan mengurusi pemerintahan itu diperparah lagi dengan praktir bagi–bagi kursi kekuasaan antar pendukung dan simpatisan Jokowi hampir di setiap struktur pemerintahan dan BUMN. Atas dasar itu, Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menetapkan untuk konsisten mengawal pemerintahan Presiden Jokowi.

PP KAMMI memandang bahwa permasalahan besar itu harus mampu dihadapi dan diselesaikan oleh Jokowi sebagai kepala negara. Setidaknya, dalam waktu dekat ini pemerintah mesti mulai serius menyelesaikan persoalan yang dirasakan rakyat langsung seperti kenaikan harga BBM, gas LPG, TDL, pajak materai, tarif tol, harga kebutuhan pokok, dan tiket kereta api serta transportasi lain.

Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI, Barri Pratama, mengatakan tugas utama KAMMI ialah mengingatkan dan mengawal agar Jokowi menyelesaikan permasalahan itu dengan tuntas.
“KAMMI tidak sedang berbicara “like or dislike”, ini adalah permasalah bangsa. Sehingga, KAMMI terus akan mendorong, membantu, dan mendoakan bapak presiden tercinta,” kata Barri Pratama.

Untuk itu, tambah Barri, sesuai dengan instruksi nasional PP KAMMI komitmen untuk tetap menjaga gelombang aksi #UltimatumJokowi di berbagai daerah. Harapannya gelombang aksi itu justru makin besar ke depannya.

“Perwakilan KAMMI di 34 provinsi seluruh Indonesia tetap bergerak mengawal #UltimatumJokowi hingga ada perubahan membaik dalam pemerintahan. Aksi akan difokuskan pada titik-titik sentral dan vital masing-masing KAMMI wilayah dan daerah,” terangnya.

Barri juga menginformasikan, pekan ini telah dan akan berlangsung empat gelombang aksi #UltimatumJokowi, yakni pada tanggal 23, 25, 27 dan 29.

Tuntutan yang diajukan oleh PP KAMMI untuk Jokowi, simpul Barri, meliputi: (1) Stabilkan segera harga-harga kebutuhan masyarakat baik sembako, BBM, TDL, LPG, dan sebagainya sesegera mungkin; (2) Bangkitkan marwah dan kedaulatan bangsa Indonesia; (3) Perkuat pemberantasan korupsi dan penegakan hukum.
Aksi Ultimatum Jokowi KAMMI Daerah Solo, Gladag - Solo, Senin 23/03/2015


SURAKARTA - Dalam aksi bertajuk ultimatum Jokowi, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Solo serukan Jokowi untuk pulang ke Solo, Senin 23/03/2015.

 "Jika memang Jokowi tak siap memimpin Indonesia dan menghadapi permasalahan negara, kami memberikan ultimatum Jokowi untuk balik ke Solo saja", jelas Arip.

Arip Budhi Hermawan selaku Ketua Umum KAMMI Daerah Solo menegaskan, Indonesia butuh sosok pemimpin yang mumpuni, sosok pemimpin yang mampu berkeputusan dan menentukan arah pemerintahan negara.

"Jokowi mungkin lebih dibutuhkan Solo, selamatkan Indonesia, jika memang tidak ada perubahan, turunkan Jokowi", tegas Arip

Harga sembako yang semakin mahal, hukum yang dipolitisi serta  melemahnya rupiah dipandang KAMMI Solo sebagai bentuk raport merah kepemimpinan Jokowi-JK.

Aksi yang sama juga digelar KAMMI serentak di 34 kota se Indonesia mulai 19 Maret 2015 lalu. (ern)

Poster publikasi kegiatan, KAMMI Reaksi Cepat
 
JAKARTA - Peringati semarak Milad KAMMI ke-17, KAMMI Reaksi Cepat (KRC) agendakan program Recovery Pasca Bencana Banjarnegara, 21 - 31 Maret 2015 mendatang.

Program bertemakan Bangkit Banjarnegara tersebut mencakup Penyuluhan Kesehatan, cek kesehatan, kesehatan Gigi, perpustakan perdaban, pohon impian, pemanfaatan salak komoditi warga, hafal Quran, cerdas cermat, pembagian Sepatu sekolah, serta potong kue potong tumpeng.
 
Koordinator KRC, Liyuda Saputra menargetkan program tersebut akan berlanjut dengan menjadikan lokasi recovery sebagai desa binaan KAMMI.

"Terakhir insya Allah desa ini menjadi garapan desa binaannya KAMMI", jelas Yuda.

Yuda menambahkan, program tersebut terselenggara atas dukungan beberapa pihak di antaranya Relawan KAMMI, perompak KAPAL, relawan Kampung, Dentsdo (Komunitas Dokter Gigi Muda) dan Komunitas Dokter Muda.
 
Dalam rangka suksesi supporting system agenda tersebut, disampaikan oleh Yuda, pihaknya juga memberikan peluang berdonasi ataupun bantuan tenaganya bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kader KAMMI Se Indonesia.
 
"Mohon doa dan support terbaik dari saudara-saudara sekalian, mari totalitas tanpa batas", pungkas Yuda.


* Informasi lebih lanjut :

Liyuda Saputra.
Koordinator Kammi Reaksi Cepat
Kapal 00.00
081511056944
24e7b95a